A. Perilaku syirik dalam dimensi ilahiah
Kata syirik ini berasal dari kata “syaraka” yang berarti “mencampurkan dua atau lebih benda/hal yang tidak sama menjadi seolah-olah sama” Ada tuduhan yang mengatakan, bahwa i’tikad yang memandang kebesaran manusia dalam menentukan perbuatannya merupakan syirik. Tuduhan itu adalah suatu kezaliman yang besar yakni tuduhan orang yang tidak mengerti arti syirik. Menurut yang dijelaskaan oleh Al-Quran dan Sunah. Syirik adalah percaya bahwa ada yang memberi bekas selain Allah, dan percaya bahwa adasesuatu yang mempunyai kekuasaan yang mutlak selain Allah. Orang-orang yang mengabdi kepada berhala dan emminta pertolongan kepadanya dalam hal-hal yang tidak disanggupi oleh perbuatan manusia, seperti memminta menang dalam peperangan tanpa kekuatan tentara, dan minta sembuh dari penyakit tanpa obat yang ditunjukan oleh Allah untuk pengobatan; meminta pertolongan mendapatkan kebahagiyaan duniawi ataupun daengan jalan lain dari yang dianjurkan oleh agama. Inilah syirik yang dilakukan oleh orang-orang watsaniyang menyembah berhala, tugu, dan lain sebagainya selain Allah S.W.T.
Menurut ketetapan agama. Ada dua perkara besar yang merupakan tiang kebahagiaan dan pembibing dari segala amal perbuatan manusia. Pertama; bahwa manusia mempunyai usaha yang bebas dengan kemauan dan kehendaknya untuk mencarin jalan yang dapat membawanya kepada kebahagiaan. Kedua; bahwa kodrat Allah tempat kembalinya segala mahluk.
Agama (syari’at) telah datang menetapkan ketentuan seperti itu dan mengharamkan bagi manusia meminta pertolongan selain dari Allah, dalam mencapai kesempurnaan.
Dalam kenyataannya, kebanyakan manusia didunia ini bertuhan lebih dari satu. Al-Quran menamakan mereka ini musyrik, yakni orang yang syirik. Orang yang bertuhankan hanya Allah ialah orang yang benar-benar bertauhid.
Oleh karena itu, al-Quran mengingatkan setiap muslim, bahwa dosa terbesar yang tak akan teranpunkan oleh Allah ialah syirik ini
(Q.4 : 48, dan 1160):yang artinya:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni orang-orang yang mensyirikkan-nya , tetapi ia akan mengampuni kesalahan lain bagi siapa yang diperkenankan Allah, sesungguhnya ia telah berdosa yang sangat besar”.
Rosulullahpun pernah mengatakan, bahwa pokok pangkal setiap dosa ialah syirik. Peringatan Al-Quran dan ucapan rosul itu disampaikan karena Allah sendiri tau, bahwa memang tidak mudah mencapai tingkat tauhid yang ihklash itu. Sangat banyak kendala dan halangan yang harus diatasi jika orang ingin mencapai tingkat tauhid yang murni ini.
Selasa, 01 Desember 2009
agama
Diposting oleh hadi wirasto di 18.10
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar